real estate menu left
real estate menu right



Konsultasi Kredit

Pengalaman dan jam terbang staf kami didunia KPR dapat memberikan anda SOLUSI yang akurat dan EDUKASI produk yang jelas.

 


Konsultasi KPR

Jual-Beli Properti

Kaya Akibat Properti


Banner
KPR itu Mudah

Siapa bilang KPR itu susah ??

Kuncinya adalah kita tahu apa yang Bank mau ??

Siapapun anda, apapun pekerjaan anda, apapun status anda, anda bisa mendapatkan KPR


Berikut beberapa cerita yang bisa diambil hikmatnya..


Mahasiswa Beli Apartemen 1 Miliar

Sesampainya di meja kantor selepas melakukan survei terhadap usaha seorang calon debitur, saya menemukan dua aplikasi tergeletak di atas meja saya dan segera membukanya, berharap aplikasi KPR dengan data bagus dan besar plafonnya (maklum, saya diberi target untuk mencairkan kredit setiap bulan). Betul saja ada 2 (dua) aplikasi yang berbeda, yaitu yang pertama adalah seorang karyawan usia 35 tahun di perusahaan minyak yang cukup ternama dan yang satu lagi adalah mahasiswa usia 20 tahun dengan usaha rumahan. Mahasiswa tersebut menggunakan rumah orang tuanya yang kebetulan halamannya cukup besar untuk dijadikan workshopnya, dan yang sekaligus juga tempat tinggalnya.

Kalau pemohon yang berstatus karyawan pasti disetujui kreditnya, cuman yang hebat adalah pemohon yang satu lagi yaitu si mahasiswa. Usaha membuat dan menjual sepatu yang sudah digelutinya selama 3 tahun bermula dari hobi yang akhirnya mendatangkan banyak pesanan. Meskipun demikian mahasiswa ini belum memiliki PT atau badan hukum lainnya, yang ada hanyalah keterangan Lurah setempat bahwa memang betul ada kegiatan usaha di rumah mahasiswa tersebut. Namun usaha yang dijalankannya membuat rekening pribadi si mahasiswa ini “meledak” alias sangat besar jumlahnya bila dibandingkan dengan anak mahasiswa lainnya. Pesanan datang dari luar daerah dan luar negeri sehingga mengharuskan pembayaran dilakukan dengan cara transfer rekening.

Melihat kegiatan usaha yang baik dan melihat pembuktian yang benar dalam rekening sang mahasiswa, hal ini membuat pihak bank percaya dan memberikan kredit sebesar 1 miliar kepada mahasiswa tersebut untuk tujuan pembelian apartemen.

Melihat ilustrasi cerita di atas dapat saya simpulkan bahwa:

  • Bank tidak memandang apakah anda masih junior atau sudah berpengalaman, asalkan anda memiliki kemampuan mengangsur, maka bank dengan senang hati memberikan kredit kepada anda.
  • Surat-surat merupakan hal penting namun bukan yang terpenting

Pengusaha Yang Jadi Rebutan Bank

Pada saat itu saya sedang menuju Tanah Abang untuk bertemu dengan calon nasabah saya yang ingin mengajukan permohonan KPR, dan kebetulan sesampainya di sana, calon nasabah tersebut tidak langsung menerima saya karena ada orang lain yang sedang bertamu. Setelah menunggu beberapa saat, saya dipersilahkan masuk dan langsung berdiskusi mengenai rencana calon nasabah tersebut untuk mengambil fasilitas KPR. Obrolan kami ini kebetulan didengar oleh tamunya yang rupanya tertarik juga untuk membeli rumah via KPR. Setelah beberapa hari kemudian saya mendapatkan data-data dari kedua calon nasabah tersebut dan saya sudah mulai bisa memberikan analisa kredit.

Sedikit mengenai kegiatan usaha dari kedua calon nasabah tersebut setelah saya pelajari dokumen dan survei usahanya, yang satu adalah seorang pengusaha di mana usahanya sudah berjalan dari 5 tahun yang lalu dan penjualannya saat ini sedang bagus-bagusnya. Surat dan dokumentasi legal usahanya lengkap sekali dan pembayaran ia terima dengan cara tunai maupun transfer rekening. Namun ada kelemahan yang saya lihat, yakni uang tunai yang diterima tersebut tidak dimasukan ke dalam rekening karena alasan kesibukan. Uang tersebut justru langsung terpakai kembali untuk pembelian stok barang sebelum sempat dimasukan ke dalam rekening.

Calon nasabah kedua, seorang pengusaha besi tua, sedikit kalah pamor dibandingkan pengusaha yang berdomisili usaha di Tanah Abang (karena Tanah Abang merupakan pusat usaha terkenal). Pembayaran yang diterima pun tidak dengan cara transfer atau bahkan cek/giro. Seluruhnya dengan tunai, karena para pembeli dan supplier (pemulung) besi jarang ada yang membina hubungan dengan bank. Namun pengusaha besi tua ini memiliki kelebihan dibandingkan pengusaha sebelumnya jika dilihat dari kacamata bank, karena pengusaha tersebut membuat pembukuan yang rapih dan disiplin untuk menyetorkan uang (hasil penjualannya) ke rekening bank setiap minggu, meskipun pembayaran usahanya hanya dilakukan dengan cara tunai.

Selain itu, pengusaha besi tua ini rupanya tidak hanya mengajukan kredit ke saya saja, namun ke 4 (empat) bank lainnya. Saya tahu hal itu dan tidak melepaskan data tersebut melainkan tetap memprosesnya dan berkompetisi dengan bank-bank lainnya (sudah hal biasa kalau disuruh berkompetisi dengan bank lain).

Singkat cerita, saya menyetujui kredit kedua pengusaha tersebut namun pengusaha yang jadi mengambil KPR ke saya adalah pengusaha Tanah Abang, sedangkan si pengusaha besi tua tersebut tidak jadi ambil KPR di tempat saya.

Cerita punya cerita, saya menyetujui permohonan kredit pengusaha tanah abang tersebut dengan nilai paling besar dibandingkan dengan plafon yang diberikan oleh empat bank lainnya, bahkan salah satu bank ada yang menolak permohonan kredit pengusaha tanah abang  tersebut dengan alasan omset penjualannya sedang lesu (padahal lagi bagus-bagusnya penjualannya, karena 2 bulan menjelang lebaran dan akhir tahun) . Sedangkan pengusaha besi tua mendapatkan persetujuan dari semua bank yang diajukannya, dan mendapatkan plafon yang lebih tinggi dibandingkan pengusaha tanah abang tersebut.

Melihat ilustrasi cerita di atas dapat saya simpulkan bahwa:

  • Lokasi usaha boleh berlokasi di mana saja
  • Sebaiknya uang yang diterima dimasukan ke dalam rekening dahulu sebelum kemudian digunakan kembali untuk keperluan operasional usaha. Ini dilakukan untuk membuktikan terjadinya transaksi penjualan.
  • Rapihkan pembukuan (catat semua pemasukan dan pengeluaran dan buat daftar supplier dan customer anda)

Gaji Kecil Dapat Plafon Besar

Suatu saat datang seorang Ibu ke meja saya (pada saat saya masih berstatus karyawan bank) dan bertanya bagaimana cara mengajukan pinjaman KPR. Saya kenali Ibu tersebut adalah seorang karyawan dari bank juga, namun bank yang berbeda dari tempat saya bekerja. Usianya nampak masih muda, di bawah 30 tahun. Sekilas saya langsung bisa mengenali profil Ibu tersebut dan menyodorkan form yang harus diisi yaitu form karyawan (karena pastinya pendapatannya adalah dari gaji setiap bulan). Saya bisa berasumsi bahwa gajinya tidak lebih dari Rp 2.5 juta/bulan (gaji orang bank pada saat itu tahun 2002) dan berasumsi bahwa rumah yang akan dibelinya berkisaran harga Rp 100 juta kebawah. Namun, saya dibuat kaget karena pengajuan Ibu tersebut adalah Rp 500 juta! Hah?? Bagaimana mungkin permohonannya akan disetujui?

Lalu saya bertanya apakah Ibu itu sudah menikah (siapa tahu sudah menikah dengan suami yang lebih kaya sehingga bisa join income untuk evaluasi pendapatannya), namun Ibu itu belum menikah. Semakin saya binggung mau dibawa kemana arah evaluasinya. Lalu pertanyaan terakhir dari saya dan berharap jawabannya sesuai dengan harapan saya yaitu Ibu tersebut punya usaha sendiri di luar statusnya menjadi karyawan. Dan betul, bahwa Ibu tersebut adalah seorang karyawan yang memiliki usaha sampingan yang pendapatannya jauh lebih besar dari gajinya setiap bulan.

Ternyata Ibu tersebut nyambi jadi agen pemasaran salah satu perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia. Beliau (baca: sang Ibu) tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di bank karena status karyawan tetapnya di tempat itu. Sedangkan statusnya di perusahaan asuransi tersebut adalah hanya terdaftar resmi sebagai tenaga pemasaran dan tidak memiliki fasilitas-fasilitas seperti yang diberikan oleh bank.

Singkat cerita permohonan kreditnya untuk KPR Rp 500 juta dapat disetujui dengan mengevaluasi pendapatan gaji nya dan penghasilan lainnya (kolom kredit pada buku tabungan) setiap bulan yang diterima olehnya sebagai tenaga pemasaran produk asuransi. Dan yang sempat membuat saya tergiur adalah melihat penghasilan yang dihasilkan oleh beliau dari menjadi tenaga pemasaran perusahaan asuransi, bisa 20 kali lipat dari gajinya sebagai karyawan bank!

Melihat ilustrasi cerita di atas dapat saya simpulkan sebagai berikut:

  • Gaji tidak sama dengan penghasilan. Gaji anda mungkin sebesar UMR, namun bukan berarti anda tidak bisa memiliki penghasilan di luar gaji anda.
  • Evaluasi kredit bisa dilakukan terhadap anda yang memiliki status ganda (karyawan dan wiraswasta), tips-nya apabila mau “nyambi”, carilah perusahaan yang ada hubungannya dengan perusahaan anda bekerja sebagai karyawan tetap dan pilihlah perusahaan yang memiliki nama besar dan integritas yang baik.
  • Perbanyak transaksi uang yang masuk (mutasi kredit) pada rekening anda, karena bank menghitung penghasilan kotor anda dari kolom mutasi kredit pada buku tabungan anda.

 

Untuk layanan konsultasi kredit

hubungi hotline kami

 

www.kpr123.com

 

 

Helpful Link

konsultasi kredit
chatting
tinggalkan pesan
pesan e-book
Banner
Banner

visits :